Berita TerkiniKesehatanKuliner

Dokter Sebut Daun Kelor Miliki Banyak Manfaat Kesehatan, dari Tingkatkan ASI hingga Cegah Penyakit Jantung

HistorianNews – Daun kelor (Moringa oleifera) kini kembali menjadi sorotan masyarakat karena kandungan gizinya yang tinggi dan beragam manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Tanaman yang dijuluki “pohon ajaib” ini dinilai mampu membantu mencegah berbagai penyakit, bahkan disebut sebagai superfood oleh para ahli gizi dan dokter di Indonesia.

Dokter spesialis gizi dari Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Ratna Asih, M.Si, menyebut daun kelor sebagai tanaman dengan kandungan nutrisi luar biasa. “Daun kelor dijuluki miracle tree, karena nutrisinya sangat tinggi dan bisa mendukung berbagai aspek kesehatan, termasuk meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui,” jelasnya dalam sebuah wawancara.

Dalam takaran kecil, daun kelor mengandung vitamin C tujuh kali lebih tinggi dibanding jeruk, serta kadar kalium lima belas kali lipat lebih tinggi dibanding pisang. Selain itu, kelor juga mengandung vitamin A, B2, B6, zat besi, magnesium, dan protein nabati yang tinggi.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin daun kelor dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini menjadikan daun kelor sebagai salah satu alternatif alami dalam pengelolaan diabetes. Tak hanya itu, kandungan antioksidan dalam kelor juga dinilai efektif dalam menangkal radikal bebas dan menurunkan risiko kanker.

“Ekstrak daun kelor juga memiliki sifat antibakteri dan antivirus. Beberapa studi membuktikan efektivitasnya melawan bakteri seperti E. coli dan Salmonella, serta virus penyebab infeksi kulit dan mulut,” kata dr. Ratna.

Di sisi lain, daun kelor juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung. Kandungan isothiocyanate dan kalium di dalamnya membantu menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol, sehingga baik untuk penderita hipertensi dan kolesterol tinggi. Selain itu, nutrisi seperti vitamin A, kalsium, dan fosfor pada daun kelor juga mendukung kesehatan tulang, mata, dan kulit.

Namun, para dokter mengingatkan agar konsumsi daun kelor tetap dalam batas wajar. Beberapa kasus efek samping seperti mual, diare, dan gangguan lambung pernah dilaporkan jika dikonsumsi berlebihan. Belum ada cukup bukti keamanan untuk konsumsi pada ibu hamil, sehingga diperlukan konsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsinya secara rutin.

Menurut dr. Ratna, daun kelor bisa diberikan pada anak usia di atas tiga tahun, terutama yang mengalami gangguan gizi atau rawan stunting. “Sudah banyak daerah yang mengolah kelor menjadi makanan tambahan untuk mendukung tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Dengan potensi besar yang dimilikinya, daun kelor diyakini dapat menjadi solusi alami pendamping pengobatan modern. Meski demikian, para ahli menekankan pentingnya pengolahan yang tepat dan konsumsi yang bijak agar manfaatnya bisa dirasakan secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *